Mengatasi Goham pada Merpati Kolongan

Mengatasi Goham atau Canker pada Merpati Kolongan

Goham pada merpati disebabkan oleh protozoa flagellata. Penyakit ini tidak dapat menular kepada manusia atau mamalia lain, tetapi dapat menular ke merpati lain melalui air minum yang sama, melalui makanan (biji-bijian/jagung) yang dimuntahkan oleh merpati yang menderita goham atau melalui kontak paruh ke paruh.

Beberapa dokter hewan dan bahkan beberapa Pusat Penyelamatan Satwa terlalu cepat menyerah untuk mengobati penyakit ini. Mereka beranggapan proses pengobatannya akan memakan waktu yang tidak sebanding. Tetapi para hobiis biasanya pantang menyerah dan dapat mengembalikan kesehatan merpati seperti sedia kala dalam waktu 2-3 minggu.

Berikut adalah contoh kasus yang menunjukkan betapa buruk goham menyerang merpati tetapi masih dapat sembuh sepenuhnya dalam waktu singkat.

Gejala Goham

Gejala yang paling umum dari penyakit goham adalah tumbuhnya gumpalan seperti keju yang berwarna kuning atau kecoklatan di mulut. Gumpalan itu biasanya akan muncul pada bagian mulut sebelah dalam. Apabila terdapat diluar tubuh atau bagian depan paruh dapat disimpulkan bahwa itu bukan penyakit goham.

Foto di dibawah ini adalah mulut merpati sebelum dirawat karena kanker.

goham dalam mulut merpati

Foto di bawah ini adalah merpati yang sama setelah pengobatan.

mulut merpati tanpa goham

 

Berikut ini adalah gejala-gejala umim yang ditemukan pada merpati apabila menderita penyakit goham

Pada burung muda/piyik

Tidak semua gejala ini akan muncul secara bersamaan dalam setiap kasus. Gejala akan mulai terlihat pada hari ke-6 setelah infeksi.

  • Terlihat benjolan di leher atau daerah tembolok, akan terasa bila diusap-usap.
  • Muncul gumpalan seperti keju di dalam mulut atau tenggorokan.
  • Bercak kebotakan di leher dan mulut.
  • Kedipan mata menjadi lambat
  • Bulu rontok
  • Kotoran mencret
  • Merpati menjadi haus berlebihan
  • Kehilangan selera makan
  • Kehilangan berat badan

Pada burung dewasa

Tidak semua gejala ini akan muncul secara bersamaan dalam setiap kasus.

  • Ada benjolan terlihat di leher atau anus
  • Timbul gumpalan seperti keju berwarna kuning atau kecoklatan di bagian dalam mulut
  • Terlihat lendir berwarna putih krem lembut di tenggorokan
  • Ketidakmampuan untuk menelan biji-bijian
  • Mulut terlihat sebagian terbuka
  • Burung berdiri tegak dengan kepala tinggi dan leher lurus (penguin postur)
  • Tembolok penuh air
  • Distorsi atau pembengkakan dahi (jika sinus telah menginvasi)
  • Muntah – muntah
  • Peningkatan lendir di tenggorokan

Kondisi seperti ini harus segera diobati, jika tidak merpati akan mati kelaparan, sesak napas atau tersedak atau melalui efek pembengkakan yang menyerang organ dalam seperti hati.

Jangan mencoba untuk menghilangkan/mencungkil/mengkorek-korek gumpalan goham kecuali Anda tahu apa yang Anda lakukan karena hal ini dapat menyebabkan perdarahan fatal.

Pengobatan Canker/Goham

Metronidazol Oral Suspension (200mg / 5ml) – diperoleh dengan resep dokter hewan dan diberikan dalam dosis tinggi sampai dengan 0,25 ml per 100 gram berat badan sekali sehari sampai 14 hari. Untuk produk yang ada di dalam negeri Indonesia dapat menggunakan Pet Metronidazole atau Medpet 4in1 produk Versele Laga.

atau

Metronidazole tablet yang banyak dijual di apotik-apotik sekitar, biasanya dijual dalam tablet 250 mg & 500 mg.

Dosisnya 20-50 mg per kilo berat badan dua kali sehari  atau 40-100 mg per kilo berat badan sekali sehari selama 14 hari. (Informasi ini diperoleh dari www.pigeons.biz berasal dari berbagai formula)

Dalam kasus yang sangat langka, penggunaan metronidazole dalam jangka panjang lebih dari 14 hari dapat mengakibatkan kerusakan hati tetapi sekali lagi ditegaskan bahwa kejadian itu sangat langka dan merupakan risiko dari pengobatan ini.

Mengapa pemberiannya harus 14 hari atau lebih? Hal tersebut untuk menanggulangi infeksi parah yang mungkin disebabkan oleh protozoa trichomonas gallinae dan untuk mencegah berulangnya penyakit ini yang disebabkan oleh faktor internal tubuh merpati walaupun infeksi ulang dapat terjadi karena faktor external (burung lainnya).

Jika pengobatan menggunakan metronidazole kurang memberikan hasil maka perlu untuk beralih ke Ronidazole. Produknya yang tersedia di Indonesia antara lain Tricho Plus buatan Versele Laga.

Gumpalan goham pada mulut dan tenggorokan harus diolesi secara hati-hati dengan jeruk nipis kemudian oleskan Lugols 3% atau dapat diganti dengan Albothyl dengan cara menggunakan cutton buds untuk mengoleskannya. Sangat dianjurkan untuk menambahkan cuka apel pada minumannya.

Ada kalanya merpati yang sedang menderita penyakit goham tidak dapat menelan biji-bijian seperti biasanya. Oleh karena itu sebaiknya diberikan makanan yang halus terlebih dahulu dalam masa perawatan agar kebutuhan gizinya terpenuhi.