*** Kupas Tuntas Giring Keras Merpati Tinggian Kolongan ***

Masalah giring keras merpati tinggian kolongan seringkali membuat para penghobi merpati tinggian kebingungan. Mengapa merpati saya tidak giring-giring? apakah perlu diberi jamu giring? apakah karakternya memang begitu? …. dst … dst ….

Tentu saja masalah giring tersebut akan membuat rencana pelatihan yang sudah dibayangkan dan direncanakan akan menjadi sedikit berantakan.

Dalam artikel kali ini, kami akan menguraikan bagaimana caranya mengatasi masalah giring pada merpati tinggian. Uraian berikut dimaksudkan untuk tambahan referensi bagi rekan-rekan karena hanya berdasarkan pada pengalaman dan pengamatan disekitar kami saja tetapi besar harapan kami, tulisan ini ada manfaatnya bagi sesama penghobi merpati tinggian dan menginspirasi para senior untuk lebih sering lagi berbagi dengan sesama penggemar merpati tinggi melalui tulisan-tulisan yang lebih sakti.

contoh foto Giring keras merpati tinggian kolongan

INGAT !!!

HANYA LATIH MERPATI TINGGIAN ANDA PADA SAAT GIRING KERAS !!!

Beberapa masalah yang dapat timbul apabila merpati tetap dilatih pada saat giringnya jelek adalah sebagai berikut :

  1. Merpati cenderung menjadi stress dan takut pada kondisi disekitarnya karena tidak fokus pada betinanya
  2. Mendarat jauh dari betinanya atau lebih bahayanya mendarat di betina lain sebelum sampai ke lapangan.
  3. Tidak mau turun sekali jadi atau malah tidak mau turun sama sekali, lama berputar-putar diatas kolongan
  4. Burung hinggap/menclok karena tidak ada semangat untuk terbang pulang mencari betinanya
  5. Yang punya juga jadi ikutan stress kali ya

Hal-hal tersebut diatas tentunya akan sangat mengecewakan apabila menjadi kebiasaan pada merpati yang kita sayangi. Hal tersebut biasanya diakibatkan karena pemilik/joki memaksakan merpati untuk tetap menjalankan pelatihan sementara kondisi giringnya belum/tidak baik. Yang pada gilirannya mengakibatkan waktu, pikiran, tenaga dan biaya yang dikeluarkan menjadi terbuang percuma karena hasil yang didapat tidak seperti yang direncanakan.

Membuat giring keras merpati tinggian kolongan memang terkadang membutuhkan perhatian ekstra dari para pemilik/perawat merpati. Tidak semua merpati memiliki karakter yang mudah untuk dibuat menjadi giring keras. Pengertian akan siklus giring pada merpati menjadi hal mendasar yang harus terlebih dahulu dipahami. Tabel dibawah ini menggambarkan siklus giring pada merpati, mulai dari cabut telur, menuju giring, giring keras sampai bertelur. Dengan mengetahui siklus giringnya, kita dapat mengatakan bahwa merpati ini terlalu cepat/lambat giringnya, terlambat/pas bertelurnya dst. Hal itu sangat penting diketahui sehingga dapat diambil tindakan-tindakan yang tepat.

 

tabel siklus giring keras merpati tinggian kolongan

 

Keterangan yang mungkin perlu ditambahkan untuk melengkapi tabel diatas :

  1. Untuk waktu cabut telur harap disesuaikan dengan karakter merpati. Untuk yang giringnya agak telat atau betinanya baru, lebih baik kegiatan cabut telur/perjodohannya dilakukan pada hari Sabtu malam. Waktu cabut telur dalam tabel diatas dilakukan pada hari Minggu pagi. Langsung diikuti dengan pembongkaran sarang lalu dilanjutkan dengan pembersihan kandang secara keseluruhan.
  2. Untuk kegiatan mandi pada hari Minggu, mandikan merpati sampai basah kuyup baik jantan & betinanya. Pembersihan kutu juga direkomendasikan dilakukan pada kegiatan mandi kali ini. Untuk hari-hari selanjutnya kegiatan mandinya cukup dibasahi sekedarnya saja lalu kemudian dilakukan penjemuran.
  3. Kegiatan tambahan untuk hari Rabu adalah kegiatan pale, gerakkan merpati turun naik kandang atau dari lantai ke tangan dst. Cukup lakukan kegiatan ini selama 15 – 30 menit saja, lalu sekap merpati seharian didalam kandang. Kegiatan ini bertujuan agar tubuh merpati menjadi panas & akan semangat kawin pada sore harinya sedangkan kegiatan sekap seharian bertujuan untuk memotivasi kemauan terbang merpati pada keesokan harinya. Waktu terbaik untuk mengawinkan merpati adalah setelah makan pada sore hari dan akan lebih baik apabila malamnya dikawinkan lagi.
  4. Lakukan kegiatan latihan pemanasan pada hari Kamis sekedarnya saja, untuk mepati yang akan dilombakan, cukup diterbangkan solo 3-4 kali. Untuk merpati yang baru dijodohkan, lebih diutamakan untuk di lob-lob jarak dekat saja untuk pengenalan terhadap betina barunya. Merpati yang kelelahan pada saat latihan pemanasan, giringnya cenderung stagnan dan tidak meningkat, ini penting untuk dihindari.
  5. Penentuan hari-hari diatas hanya sebagai patokan saja dan tentunya dapat disesuaikan dengan jadwal latih masing-masing. Yang perlu diperhatikan adalah hitungan dari satu kegiatan ke kegiatan berikutnya, apabila ada yang meleset berarti ada yang salah. Contoh : Merpati yang dijodohkan hari Minggu, apabila hari Kamis tidak giring keras, artinya ada masalah dengan giringnya atau betina yang pada hari Senin minggu berikutnya atau paling lambat hari Selasa belum juga bertelur, berarti ada masalah dengan kesuburannya.

Berikut ini adalah hal-hal mendasar yang penting untuk diperhatikan sebelum memulai untuk menjodohkan merpati :

  1. Jantan & betina harus dalam kondisi sehat. Bila perlu, terlebih dahulu berikan antibiotik spektrum luas (baytrill, tremizyn b+ dll) dengan takaran setengah dosis dan obat cacing untuk memastikan keduanya benar-benar dalam sehat, apalagi untuk merpati-merpati yang baru saja hijrah ke kandang kita. Untuk obat cacing, kami merekomendasikan penggunaan combantrin cair rasa jeruk, dosisnya bisa dihitung sendiri berdasarkan perbandingan berat badan antara manusia dengan merpati, jangan semuanya diberikan, kasihan burungnya. Pemberian combantrin cair dilakukan dengan cara dispetkan langsung ke mulut merpati pada pagi hari sebelum merpati diberikan makan.
  2. Pastikan jantannya sudah dalam kondisi sangat branca dan betinanya dalam kondisi sudah lenjeh. Apabila terlihat tanda-tanda keduanya belum siap untuk kawin/dijodohkan, jangan dipaksakan, silahkan lakukan hal-hal berikut ini terlebih dahulu. Mandikan jantan dan betinanya setiap pagi lalu jemur sampai bulunya menjadi benar-benar kering kembali, rata-rata penjemuran biasanya memakan waktu 2-4 jam tergantung pada kondisi matahari. Untuk posisi penjemuran, posisikan merpati jantan dan betina secara berdampingan agar bisa saling mengenal terlebih dahulu. Setelah 2-3 hari kalau terlihat sudah ada saling ketertarikan diantara keduanya, baru bisa diposisikan atas bawah. Penyatuan kandang direkomendasikan untuk dilakukan setelah sekitar 7 hari atau lebih dari dimulainya proses pengenalan diatas.
  3. Selain faktor internal dari kedua merpati yang akan dijodohkan, faktor eksternal seperti pengenalan terhadap perawat/joki tidak bisa dikesampingkan, tujuannya adalah agar merpati mempunyai kepercayaan bahwa manusia disekitarnya tidak berbahaya untuk dirinya. Untuk membangun kepercayaan antara manusia dengan merpati bisa dilakukan dengan cara memandikan merpati dengan menggunakan tangan (sambil diajak ngobrol juga boleh hehe), jangan menggunakan semprotan. Pemberian makanan pada merpati sebaiknya dilakukan hanya 1x saja dalam sehari, waktu pemberian makanan lebih baik dilakukan pada sore hari, tujuannya adalah agar merpati benar-benar merasa sangat lapar lalu kita berikan makanan dengan menggunakan tangan. Terkadang merpati yang belum terbiasa akan ragu-ragu untuk makan dari tangan kita, untuk mengatasinya, bisa diperlihatkan merpati lain yang sudah terbiasa makan dari tangan kita tepat disebelahnya. Tetapi biasanya kalau sudah urusan perut lapar, tidak akan susah untuk membiasakan hal ini kepada merpati. Dasar dari pelatihan binatang jenis apapun adalah makanan, mereka akan tunduk dan menurut kepada yang memberi makan.
  4. Kemudian yang selanjutnya adalah BERSABAR, yakin bahwa merpati Anda bagus? Maka bersabarlah, tidak usah terburu-buru. Nikmati saja prosesnya karena sebagian besar merpati tidak akan menunjukkan kinerja masksimalnya apabila bermasalah dengan giringnya. Judulnya Anda merencanakan kegagalan apabila masalah giring ini tidak diselesaikan dengan prioritas yang sangat tinggi.

Kadang ungkapan ini berlaku juga untuk merpati, “Dibalik sukses seekor merpati jantan juara, pasti ada BETINA yang baik”. Pembahasan berikutnya adalah, bagaimana cara memilih betina yang tepat untuk merpati jantan kita?

Kalau merpati jantan dilihat performansinya pada saat berlaga dilapangan, sedangkan merpati betina performansinya dinilai dari ketepatan waktu bertelurnya, kemampuan menggoda jantannya agar selalu bergairah untuk kawin berkali-kali pada waktu yang telah dijadwalkan dan bahkan ada tipe betina yang setelah dikawini akan pindah posisi keatas jantannya untuk mengawini. Ini top markotop bung … pertahankan betina yang model kawinnya atas bawah.

Satu lagi keuntungan memiliki merpati dari peternak yang rajin mencatat adalah kita akan mengetahui dengan tepat warna mepati yang meloloh merpati kita dan juga warna saudara satu sarangnya apabila ada. Dari pengalaman kami, merpati akan giring sangat baik apabila dijodohkan dengan betina yang warnanya sama dengan induk lolohnya atau betina yang warnanya sama dengan saudara satu sarangnya.

Misalkan induk lolohnya berwarna coklat, carilah betina yang warnanya mendekati warna induk lolohnya. Tetapi kadang-kadang tidak sesederhana itu prosesnya, kami sering mengalami setelah dijodohkan dengan betina yang warnanya sama dengan induk lolohnya tetapi giringnya cenderung kurang baik, bagaimana solusinya? Disini kita harus lebih dalam lagi meneliti perilaku merpati kita. Coba perhatikan dengan seksama proses perkawinannya, besar kemungkinan ada salah satu merpati, bisa jantan atau betinanya yang tidak semangat untuk kawin. Itu tandanya ada ketidakcocokan, segera ganti betinanya tetapi tetap dengan warna yang sama yaitu coklat. Keduanya harus memiliki ketertarikan satu sama lain, jangan hanya jantannya saja yang ngotot kawin tapi betinanya malas-malasan atau sebaliknya. Merpati akan giring keras tanpa harus menunggu 2-3 giringan apabila mereka merasa pas dengan pasangannya.

Pilih betina yang masih muda, berbadan empuk dengan tulang sapit renggang, betina dengan tipe seperti itu besar harapan dapat bertelur tepat waktu. Hal ini sangat penting agar merpati kita dapat beristirahat tepat waktu dengan cara mengerami telurnya. Ketepatan waktu betina bertelur akan sangat berpengaruh pada kualitas giring selanjutnya.

Untuk merpati yang tidak diketahui warna induk lolohnya, biasanya akan memakan waktu lebih lama dalam proses menemukan ‘settingan‘ yang pas sehingga mendapatkan kualitas giring yang baik. Coba dan coba lagi dengan berbagai warna betina tetapi penting untuk diperhatikan bahwa pergantian betinanya juga harus diatur ritmenya, jangan terlalu sering. Misal 1 giringan giringnya loyo, biarkan dulu, beri kesempatan 1 giringan lagi, kalau tidak ada perbaikan juga, segera pisahkan. Sendirikan jantannya minimal 7 hari sebelum dijodohkan lagi. Ini penting, MINIMAL 7 HARI. Ingat, sabar dan jangan terburu-buru, semua akan indah pada waktunya.

Apabila sudah ditemukan betina yang pas atau giringnya dirasa lebih baik dibandingkan dengan betina-betinanya yang terdahulu, segera biarkan mereka meloloh terlebih dahulu, 1 telur saja yang ditetaskan untuk proses loloh ini. Biarkan meloloh sampai anaknya besar dan bisa makan sendiri. Latihan ringan dapat dilakukan selama masa meloloh.

Asupan makanan juga sangat berpengaruh terhadap kualitas giring keras merpati tinggian kolongan tetapi karena ini sudah sangat panjang dan lebar maka topik asupan makanan untuk menunjang kualitas giring akan dibahas dalam artikel selanjutnya. Demikian dulu dari kami, apabila ada saran & kritik yang membangun atau pertanyaan atau apa saja, silahkan isi kolom komen dibawah ini atau bisa juga langsung menghubungi kami di info@merpatikolongan.com.

Silahkan baca artikel kami lainnya yang mengupas lebih dalam lagi tentang merpati

SALAM GEBER SELALU !!